MAKALAH
MULTIMETER,GALVANOMETER DAN OSILOSKOP
DISUSUN
OLEH :
Nama : RIZKY MAYANG ANGGRAINI
NIM : RSA1C315015
Kelompok : 5
Anggota
Kelompok : 1. DEPIE EKA SINTIA
2. LINDA ZAENATI
N
3. MIKO DANU P
4. PIPIT ROSTIKA
Nama
Asisten Dosen :
1. KUSWANTO
2. AFNITA MARDALENA
LABORATORIUM FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN
DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Latar belakang disusunnya
laporan ini adalah untuk memenuhi tujuan dari praktikum yang akan dilakukanya
itu untuk mengetahui fungsi dan pemakaian alat ukur dasar dan alat ukur
listrik. Untuk alat ukur dasar, pengukuran massa dengan neraca teknis,
pengukuran panjang dan diameter benda dengan jangka sorong atau micrometer
sekrup, untuk alat ukur listrik, memperoleh keterampilan dalam pemakaian alat
ukur dasar listrik voltmeter, amperemeter, multimeter analog dan digital, serta
osiloskop. Alat ukur dasar dan listrik sangat banyak sekali jenisnya dan
masing-masing alat ukur tersebut mempunyai fungsi dan kelebihan masing-masing.
Alat tersebut banyak sekali digunakan dan harus disesuaikan dengan fungsinya,
missal dalam bidang elektronika, industri, kedokteran, dan lain-lain.
Multimeter adalah alat test yang sangat berguna, dengan
mengoperasikan sakelar banyak posisi, meter dapat secara cepat dan mudah di
jadikan sebagai voltmeter, sebuah ammeter atau sebuah ohmmeter. Alat ini
mempunyai berbagai penetapan pada setiap mempunyai pilihan AC atau DC. Beberapa
multimeter kelebihan tambahan layaknya sebagai pengukur transistor dan range
untuk pengukuran kapasitansi dan frekuensi. Multimeter terbagi atas
2 jenis yaitu Multimeter analog dan Multimeter Digital. Pada modul ini kita
akan membahas tentang multimeter analog.
1.2.
Rumusan Masalah
Sejalan dengan latar belakang masalah di atas, maka ditulis rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian
multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
2. Bagaimana
sejarah multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
3. Apa fungsi
multimeter,osiloskop, dan galvanometer.
4. Apa bagian multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
5. Apa jenis-jenis alat multimeter, osiloskop, dan
galvanometer.
6. Bagaimana aplikasi multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
7. Apa modifikasi multimeter, osiloskop, dan
galvanometer.
1.3.
Tujuan Penulisan
Tujuan dari pembuatan
makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mahasiswa dapat memahami pengertian multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
2. Mahasiswa dapat mengetahui sejarah multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
3.
Mahasiswa dapat mengetahui fungsi
multimeter,osiloskop, dan galvanometer.
4.
Mahasiswa dapat mengetahui bagian
multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
5.
Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis
alat multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
6.
Mahasiswa dapat mengetahui aplikasi
multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
7.
Mahasiswa dapat mengetahui modifikasi
multimeter, osiloskop, dan galvanometer
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Osiloskop
2.1.1 Pengertian Osiloskop
Osiloskop
adalah alat ukur yang di gunakan untuk memetakan atau membaca sinyal listrik
maupun frekuensi. Osiloskop di gunakan dalam pengukuran rangkaian elektronik
seperti stasiun pemancar radio, TV, atau dalam kegunaan memonitor frekuensi
elektronik seperti di rumah sakit dan untuk kegunaan-kegunaan lainnya (Anonim,
2014).
2.1.2
Sejarah Osiloskop
Karl Ferdinand
Braun (Fulda, 6 Juni 1850 – New York, 20 April 1918) adalah seorang fisikawan
Jerman. Braun belajar di Universitas Marburg
dan menerima gelar di Universitas Berlin pada tahun 1872. Ia menjadi direktur
di Lembaga Fisika dan profesor fisika di Strasbourg (1895). Pada tahun 1897, ia
membuat oskiloskop tabung sinar katoda pertama. Teknik ini digunakan oleh
sebagian besar peralatan TV dan monitor komputer. Tabung katode masih
disebut “tabung Braun” (Braunsche Röhre) di negara penutur bahasa Jerman (dan
di Jepang: Buraun-kan). Pada tahun 1909 Braun menerima Penghargaan Nobel dalam
Fisika dengan Guglielmo Marconi untuk “sumbangan pada pengembangan telegrafi
nirkabel.” Pada awal Perang Dunia I Braun pindah ke Amerika Serikat untuk
mempertahankan stasiun nirkabel Jerman yang terletak di Sayville (Long Island)
terhadap serangan oleh Marconi Corporation yang dikendalikan Inggris (saat itu AS
belum terjun dalam perang). Braun meninggal di rumahnya di Brooklyn sebelum
perang berakhir, pada tahun 1918.
Selama era Soviet yang berakhir pada tahun
1991, perdagangan antara Uni Soviet dan dunia luar sebagian besar
diblokir.Beberapa alat uji berhasil masuk atau keluar tetapi pada umumnya, Uni
Soviet dikembangkan dan diproduksi osiloskop sendiri.Pusat desain osiloskop dan manufaktur itu, selama bertahun-tahun, di Vilnius,
sekarang ibukota Lithuania.Pabrik pertama Elektrit dibangun pada tahun 1934 di
Shepticky Street di distrik Naujamiestis. Sebelum Perang Dunia II, ini adalah
pabrik terbesar di Vilnius, merancang dan memproduksi radio receiver untuk
penggunaan sipil. Pabrik tersebut memproduksi 54.000 penerima radio per tahun
dengan biaya sebesar USD 1,2 juta.
Osilloskop
adalah peralatan elektronik yang menghasilakn tampilan grafik pada layar untuk
mencitrakan gelombang maupun signal elektronik yang diterimanya.
Misalnya,
Kita tidak pernah bisa melihat signal yang dipancarkan oleh handphone yang kita
gunakan. Tengan bantuan Osilloskop, signal tersebut dapat dicitrakan dalam
layar, sehingga dapat dilihat bentuk gelombang nya, panjang gelombang atau
frekwensi gelombang, maupun cacat gelombang.
Semua
alat ukur elektronik bekerja berdasarkan sample data, semakin tinggi sample
data, semakin akurat peralatan elektronik tersebut. Pada Osiloskop, umumnya
pempunyai sampel data yang sangat tinggi, dan karenanya umumnya osiloskop
merupakan alat ukur elektronik yang mahal.
Contoh
cara kerjanya. misalnya sebuah osiloskop mempunyai sample rate 10Ks/s (10kilo
sample/second = 10000 data perdetik) akan melakukan pembacaan sebanyak 10000
kali dalam sedetik. Jika yang diukur adalah sebuah gelombang dengan frekwensi
2500Hz, maka setiap sampel data akan memuat data 1/4 dari sebuah gelombang
penuh yang umumnya ditampilkan dalam layar dengan grafik skala XY (Natanael,
2012).
2.1.3
Fungsi Osiloskop
Menurut
Anonim (2014) bahwa Beberapa fungsi osiloskop antara lain untuk:
ü Mengukur
besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu.
ü Mengecek
jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik.
ü Mengukur
frekuensi sinyal yang berosilasi. mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah
rangkaian listrik.
ü Membedakan
arus AC dengan arus DC.
ü Mengetahui
noise pada sebuah rangkaian listrik.
ü Mengecek
jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik.
2.1.4
Bagian Osiloskop

Menurut
Anonim (2016) bahwa tombol/Sakelar Kontrol dan Indikator Osiloskop berdasarkan
gambar diatas adalah seperti berikut ini :
- Tombol Power ON/OFF berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan Osiloskop
- Lampu Indikator berfungsi sebagai Indikasi Osiloskop dalam keadaan ON (lampu Hidup) atau OFF (Lampu Mati)
- Rotation pada Osiloskop berfungsi untuk mengatur posisi tampilan garis pada layar agar tetap berada pada posisi horizontal. Untuk mengatur rotation ini, biasanya harus menggunakan obeng untuk memutarnya.
- Intensity digunakan untuk mengatur kecerahan tampilan bentuk gelombang agar mudah dilihat.
- Focus digunakan untuk mengatur penampilan bentuk gelombang sehingga tidak kabur
- CAL digunakan untuk Kalibrasi tegangan peak to peak (VP-P) atau Tegangan puncak ke puncak.
- Posistion digunakan untuk mengatur posisi Vertikal (masing-masing Saluran/Channel memiliki pengatur POSITION).
- INV (INVERT) Saat tombol INV ditekan, sinyal Input yang bersangkutan akan dibalikan.
- Sakelar yang digunakan untuk memilih besarnya tegangan per sentimeter (Volt/Div) pada layar Osiloskop. Umumnya, Osiloskop memiliki dua saluran (dual channel) dengan dua Sakelar VOLT/DIV. Biasanya tersedia pilihan 0,01V/Div hingga 20V/Div.
- Fungsi Variable pada Osiloskop adalah untuk mengatur kepekaan (sensitivitas) arah vertikal pada saluran atau Channel yang bersangkutan. Putaran Maksimum Variable adalah CAL yang berfungsi untuk melakukan kalibrasi Tegangan 1 Volt tepat pada 1cm di Layar Osiloskop.
- Pilihan AC digunakan untuk mengukur sinyal AC, sinyal input yang mengandung DC akan ditahan/diblokir oleh sebuah Kapasitor. Sedangkan pada pilihan posisi DC maka Input Terminal akan terhubung langsung dengan Penguat yang ada di dalam Osiloskop dan seluruh sinyal input akan ditampilkan pada layar Osiloskop.
- GND jika tombol GND diaktifkan, maka Terminal INPUT akan terbuka, Input yang bersumber dari penguatan Internal Osiloskop akan ditanahkan (Grounded).
- VERTICAL INPUT CH-1 Sebagai VERTICAL INPUT untuk Saluran 1 (Channel 1)
- VERTICAL INPUT CH-2 Sebagai VERTICAL INPUT untuk Saluran 2 (Channel 2)
- Sakelar MODE pada umumnya terdiri dari 4 pilihan yaitu
CH1, CH2, DUAL dan ADD.
CH1 = Untuk tampilan bentuk gelombang Saluran 1 (Channel 1).
CH2 = Untuk tampilan bentuk gelombang Saluran 2 (Channel 2).
DUAL = Untuk menampilkan bentuk gelombang Saluran 1 (CH1) dan Saluran 2 (CH2) secara bersamaan.
ADD = Untuk menjumlahkan kedua masukan saluran/saluran secara aljabar. Hasil penjumlahannya akan menjadi satu gambar bentuk gelombang pada layar. - x10 MAG untuk pembesaran (Magnification) frekuensi hingga 10 kali lipat.
- POSITION untuk penyetelan tampilan kiri-kanan pada layar.
- XY Pada fungsi XY ini digunakan, Input Saluran 1 akan menjadi Axis X dan Input Saluran 2 akan menjadi Axis Y.
- Sakelar TIME/DIV digunakan untuk memilih skala besaran waktu dari suatu periode atau per satu kotak cm pada layar Osiloskop.
- Tombol CAL (TIME/DIV) ini berfungsi untuk kalibrasi TIME/DIV
- VARIABLE fungsi Variable pada bagian Horizontal adalah untuk mengatur kepekaan (sensitivitas) TIME/DIV.
- GND merupakan Konektor yang dihubungkan ke Ground (Tanah).
- Tombol CHOP dan ALT HOP adalah menggunakan potongan dari saluran 1 dan saluran 2. ALT atau Alternate adalah menggunakan saluran 1 dan saluran 2 secara bergantian.
- HOLD OFF untuk mendiamkan gambar pada layar osiloskop.
- LEVEL atau TRIGGER LEVEL digunakan untuk mengatur gambar yang diperoleh menjadi diam atau tidak bergerak.
- Tombol NORM dan AUTO
- Tombol LOCK
- Sakelar COUPLING Menunjukan hubungan dengan sinyal searah (DC) atau bolak balik (AC).
- Sakelar SOURCE Penyesuai pemilihan sinyal.
- TRIGGER ALT
- SLOPE
- EXT rigger yang dikendalikan dari rangkaian di luar Osiloskop.
Penampilan pada Layar (Display)
- Layar Osiloskop
- Trace, garis yang digambar oleh Osiloskop yang mewakili sinyal
- Garis Grid Horizontal
- Garis Grid Vertical
- Garis Tengah Horizontal dan Vertikal
2.1.5
Jenis Osiloskop
Menurut
Yelyanto (2015) bahwa dewasa ini secara prinsip ada dua tipe osiloskop, yakni
tipe analog (ART – analog real time oscilloscope), dan tipe digital (DSO –
digital storage oscilloscope), masing-masing memiliki kelebihan dan
keterbatasan. Para insinyur, teknisi maupun praktisi yang bekerja di
laboraturium perlu mencermati karakter masing-masing agar dapat memilih dengan
tepat osiloskop mana yang sebaiknya digunakan dalam kasus-kasus tertentu yang
berkaitan dengan rangkaian elektronik yang sedang diperiksa atau di uji
kinerjanya. Untuk itulah disini akan ditinjau karakter masing-masing tipe
osiloskop tersebut.
a. Osiloskop analog.
Osiloskop
tipe waktu nyata analog (ART) menggambar bentuk-bentuk gelombang listrik dengan
melalui gerakan pancaran electron (electron beam) dalam sebuah tabung sinar
katoda (CRT – Cathode Ray Tube) dari kiri ke kanan. Pancaran electron dari
bagian senapan electron (electron gun) yang membentur atau menumbuk dinding
dalam tabung tersebut Mengeksitasi electron dalam lapisan fosfor pada layar
tabung mengeksitasi electron dalam lapisan fosfor pada layar tabung sehingga
terjadi perpendaran atau nyala pada layar yang menggambarkan bentuk dasar
gelombang. Dalam perjalanannya dari senapan electron menuju layar yang
berfosfor tadi, electron-elektron dipengaruhi oleh medan listrik dalam arah
vertical (ke atas maupun ke bawah) oleh sepasang pelat pembelok (defleksi)
vertical dan dalam arah horizontal oleh sepasang pelat defleksi horizontal.
Apabila tegangan pada semua pelat tersebut nol Volt, electron akan berjalan
lurus membentuk layar sehingga hanya terlihat sebuah bintik nyala di ditengah
layar saja. Untuk “membuat” gambar garis pada layar, diperlukan gelombang gigi gergaji
yang diberikan kepada pasangan pelat horizontal tersebut. Tegangan gigi gergaji
ini dihasilkan oleh time base generator/sweep generator atau generator sapu,
yang kemudian diperkuat oleh penguat horizontal. Tegangan gigi gergaji ini naik
secara linier terhadap waktu sehingga berkas electron pada layar bergerak dari
kiri ke kanan. Setelah sampai di bagian paling kanan layar, tegangan gigi
gergaji turun dengan cepat ke nol sehingga memulai gerakan berulang dari bagian
kiri layar. Gerakan balik yang cepat ini tidak dapat ditangkap oleh mata
sehingga yang terlihat adalah gambar garis horizontal lurus pada layar yang
tidak terputus. Agar osiloskop dapat menggambarkan bentuk gelombang yang sedang
diamati maka gelombang tersebut diumpankan ke rangkaian vertical. Rangkaian
vertical ini berfungsi memperkuat atau melemahkan simpangan vertical dari
gelombang masukan, sehingga tegangan yan g diberikan ke pasangan pelat defleksi
vertical menghasilkan medan listrik yang dapat mempengaruhi gerakan vertical
electron secara proposional selagi ia bergerak menuju ke layar, yang berakibat
bentuk gelombang pada layar dapat diperbesar atau diperkecil. Karena arah gerak
electron berdasar vector medan listrik horizontal dan vertical, CRT nya disebut
direcdt viev vector CRT. .
Agar gambar pada layar dapat stabil, digunakan rangkaian picu (trigger). Jika suatu gelombang listrik dihubungkan ke ART, rangkaian picu akan memonitor gelombang masukan tersebut dan menunggu event – yakni saat terjadinya peristiwa atau kondisi yang dapat dipakai untuk pemicuan. Event picu ini berupa suatu sisi atau tebing gelombang yang memenuhi persyaratan yang telah didefinisikan atau ditentukan melalui suatu pilihan tombol pada panel depan osiloskop. Sekali event picu ini terjadi, osiloskop akan menstart generator sapu dan meragakan bentuk gelombang yang sedang diukur. Proses ini akan berulang sepanjang osiloskop tersebut dapat mendeteksi event-event picu. Selain menyangkut vertical dan horizontal, osiloskop analog mempunyai dimensi ketiga yang disebut dengan gray scaling (skala/tingkatan atau intensitas kelabu). Tingkatan kelabu ini diciptakan intensitas pancaran electron pada tabung gambar, yang meragakan detil gambar bagian tertentu secara sekilas saja. Kondisi ini terjadi karena kecepatan pancaran electron mempengaruhi kecerahan jejaknya. Makin cepat pancaran bergerak dari satu titik ke titik yang lain pada bagian tertentu, makin sedikit waktu ia dapat mengeksitasi electron-elektron pada fosfor yang terdapat pada dinding layar. Akibatnya jejak yang membentuk gambar gelombang abgian tersebut akan lebih redup daripada gambar bagian gelombang yang lainnya. .
Skala kelabu ini juga menunjukan frekuensi relative dari event-event individual (gejala khusus) yang terjadi dalam suatu gelombang yang sifatnya berulang (repetitif). Pancaran electron yang menggambarkan bagian gelombang yang bentuknya sama secara berulang akan menyebabkan bagian yang dapat tergambar dengan terang di layar, sedangkan event lekuk gelombang yang jarang terjadi akan mendapat lebih sedikit waktu eksitasi. Akhirnya menjadi jelas bahwa daerah dari lapisan fosfor yang dirangsang/dieksitasi secara berulang Nampak lebih terang daripada daerah yang kurang terpenuhi.
Agar gambar pada layar dapat stabil, digunakan rangkaian picu (trigger). Jika suatu gelombang listrik dihubungkan ke ART, rangkaian picu akan memonitor gelombang masukan tersebut dan menunggu event – yakni saat terjadinya peristiwa atau kondisi yang dapat dipakai untuk pemicuan. Event picu ini berupa suatu sisi atau tebing gelombang yang memenuhi persyaratan yang telah didefinisikan atau ditentukan melalui suatu pilihan tombol pada panel depan osiloskop. Sekali event picu ini terjadi, osiloskop akan menstart generator sapu dan meragakan bentuk gelombang yang sedang diukur. Proses ini akan berulang sepanjang osiloskop tersebut dapat mendeteksi event-event picu. Selain menyangkut vertical dan horizontal, osiloskop analog mempunyai dimensi ketiga yang disebut dengan gray scaling (skala/tingkatan atau intensitas kelabu). Tingkatan kelabu ini diciptakan intensitas pancaran electron pada tabung gambar, yang meragakan detil gambar bagian tertentu secara sekilas saja. Kondisi ini terjadi karena kecepatan pancaran electron mempengaruhi kecerahan jejaknya. Makin cepat pancaran bergerak dari satu titik ke titik yang lain pada bagian tertentu, makin sedikit waktu ia dapat mengeksitasi electron-elektron pada fosfor yang terdapat pada dinding layar. Akibatnya jejak yang membentuk gambar gelombang abgian tersebut akan lebih redup daripada gambar bagian gelombang yang lainnya. .
Skala kelabu ini juga menunjukan frekuensi relative dari event-event individual (gejala khusus) yang terjadi dalam suatu gelombang yang sifatnya berulang (repetitif). Pancaran electron yang menggambarkan bagian gelombang yang bentuknya sama secara berulang akan menyebabkan bagian yang dapat tergambar dengan terang di layar, sedangkan event lekuk gelombang yang jarang terjadi akan mendapat lebih sedikit waktu eksitasi. Akhirnya menjadi jelas bahwa daerah dari lapisan fosfor yang dirangsang/dieksitasi secara berulang Nampak lebih terang daripada daerah yang kurang terpenuhi.
b. Osiloskop digital.
Jika dalam osiloskop analog
gelombang yang akan ditampilkan langsung diberikan ke rangkaian vertikal
sehingga berkesan “diambil” begitu saja (real time), maka dalam osiloskop
digital, gelombang yang akan ditampilkan lebih dulu disampling (dicuplik) dan
didigitalisasikan. Osiloskop kemudian menyimpan nilai-nilai tegangan ini
bersama sama dengan skala waktu gelombangnya di memori. Pada prinsipnya,
osiloskop digital hanya mencuplik dan menyimpan demikian banyak nilai dan
kemudian berhenti. Ia mengulang proses ini lagi dan lagi sampai dihentikan.
DSO mempunyai dua cara untuk
menangkap atau mencuplik gelombang, yakni dengan teknik single shot atau real
time sampling. Dengan kedua teknik ini, osiloskop memperoleh semua cuplikan
dengan satu event picu. Sayangnya laju cuplik DSO membatasi lebar pita
osiloskop ketika beroperasi dalam waktu nyata (real time). Secara teori (sesuai
dengan Nyquist samplinjg theorema), osiloskop digital membutuhkan masuka dengan
sekurang-kurangnya dua cuplikan per periode gelombang untuk merekontruksi suatu
bentuk gelombang. Dalam praktek, tiga atau lebih cuplikan per periode menjamin
akurasi akuisisi. Jika pencuplik tidak dapat sama cepat dengan sinyal
masukannya, osiloskop tidak akan dapat mengumpulkan suatu jumlah yang cukup
berakibat menghasilkan suatu peragaan yang lain dari bentuk gelombang aslinya.
Yakni osiloskop akan menggambarkan struktur keseluruhan sinyal masukan pada
suatu frekuensi yang jauh lebih rendah dari frekuensi sinyal sesungguhnya.
Kebanyakan DSO, apakah ia menggunakan teknik
real time atau equivalent time akan mencuplik pada laju maksimum tanpa mengacu
berapa dasar waktu (time base) yang dipilih. Pada kecepatan sapuan yang lebih
rendah osiloskop digital menerima jauh lebih banyak cuplikan daripada yang
dapat disimpannya. Tergantung pada model akuisisi yang kita pilih, suatu DSO
akan membuang cuplikan ekstra atau menggunakannya untuk pemprosesan
sinyal-sinyal tambahan seperti deteksi puncak gelombang (peak detect), maupun
sampul gelombang (envelope).
2.1.6 Aplikasi Osiloskop
Ada banyak jenis osiloskop berdasarkan fungsinya,
dan kegunaan dari osiloskop ini pun ada banyak macamnya.Misalnya untuk
keperluan dalam dunia medis yang menggunakan alat ukur ini untuk memantau
perkembangan dari kesehatan pasien, dan masih banyak lagi penggunaan osiloskop
dalam dunia kedokteran yang patut kita mengerti. Secara sederhana osiloskop
adalah alat untuk menampilkan perubahan gelombang sinyal dari suatu input yang
diberikan untuk memantau secara berkala dari perubahan tersebut. Selengkapnya
untuk memahami tentang alat ini akan lebih baik apabila melakukan praktek
dilapangan.
2.2
Multimeter
2.1.1
Pengertian Multimeter
Multimeter
adalah suatu alat yang dipakai untuk menguji atau mengukur komponen disebut
juga Avometer, dapat dipakai untuk mengukur ampere, volt dan ohm
meter.Multimeter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik,
arus listrik, dan tahanan (resistansi).Itu adalah pengertian multimeter secara
umum, sedangkan pada perkembangannya multimeter masih bisa digunakan untuk
beberapa fungsi seperti mengukur temperatur, induktansi, frekuensi, dan
sebagainya. Ada juga orang yang menyebut multimeter dengan sebutan AVO meter,
mungkin maksudnya A (ampere), V(volt), dan O(ohm) (Anonim 2012).
Umumnya
sebuah multimeter elektronik mengandung elemen-elemen berikut :
Penguat DC jembatan setimbang balanced bridge dc amplifier dan alat pencatat.
Pelemah masukan atau saklar rangkuman (range), guna membatasi tegangan masukkan pada nilai yang diinginkan.Rangkaian penyearah, untuk mengubah tegangan masukkan ac keDC yang sebanding.Batere internal dan rangkaian tambahan, guna melengkapi kemampuan pengukuran tahanan.Saklar fungsi untuk memilih berbagai fungsi pengukuran dari instrument tersebut.
Penguat DC jembatan setimbang balanced bridge dc amplifier dan alat pencatat.
Pelemah masukan atau saklar rangkuman (range), guna membatasi tegangan masukkan pada nilai yang diinginkan.Rangkaian penyearah, untuk mengubah tegangan masukkan ac keDC yang sebanding.Batere internal dan rangkaian tambahan, guna melengkapi kemampuan pengukuran tahanan.Saklar fungsi untuk memilih berbagai fungsi pengukuran dari instrument tersebut.
2.2.2
Sejarah Multimeter
Sejarah 1920 Pocket MultimeterAvometer Model 8
Bergerak-pointer pertama saat-mendeteksi perangkat adalah galvanometer tahun
1820. Ini digunakan untuk mengukur resistensi dan tegangan dengan menggunakan
sebuah jembatan Wheatstone, dan membandingkan kuantitas yang tidak diketahui ke
tegangan referensi atau perlawanan. Sementara berguna dalam laboratorium,
perangkat yang sangat lambat dan tidak praktis di lapangan. Ini galvanometers
yang besar dan halus. D'Arsonval / Weston gerakan meter menggunakan semi logam
halus untuk memberikan pengukuran yang proporsional, bukan hanya deteksi, dan
built-in magnet permanen yang terbuat lapangan defleksi independen dari orientasi
meter.
Fitur-fitur ini diaktifkan dengan jembatan
Wheatstone pengeluaran, dan membuat pengukuran cepat dan mudah. Dengan
menambahkan resistor seri atau shunt, lebih dari satu rentang tegangan atau
arus dapat diukur dengan satu gerakan.
Multimeter diciptakan di awal 1920-an sebagai
radio penerima dan perangkat tabung vakum elektronik lainnya menjadi lebih
umum. Penemuan multimeter pertama dikaitkan dengan Kantor Pos insinyur Inggris,
Donald Macadie, yang menjadi tidak puas dengan harus membawa instrumen yang
terpisah diperlukan untuk pemeliharaan sirkuit telekomunikasi. Macadie
menemukan alat yang bisa mengukur ampere (amp) , volt dan ohm, sehingga meteran
multifungsi kemudian dinamai avometer. Meteran terdiri meter coil bergerak,
tegangan dan resistor presisi, dan switch dan soket untuk memilih kisaran.
Macadie mengambil idenya ke Coil yang Winder Otomatis dan Perusahaan Peralatan
Listrik (ACWEEC, didirikan pada ~ 1923). The AVO pertama memakai dijual pada
tahun 1923, dan meskipun itu awalnya DC, banyak fitur-fiturnya tetap hampir
tidak berubah melalui Model terakhir 8.
Meter arloji
saku gaya yang digunakan secara luas pada tahun 1920, dengan biaya yang jauh
lebih rendah daripada Avometers. Kasus logam biasanya terhubung dengan koneksi
negatif, pengaturan yang menyebabkan kejutan listrik banyak. Spesifikasi teknis
perangkat ini sering mentah, misalnya satu ilustrasi memiliki resistansi hanya
33 ohm per volt, skala non-linear dan tidak ada penyesuaian nol. Setiap meteran
akan memuat sirkuit yang sedang diuji untuk beberapa contoh extent.For, sebuah
microammeter dengan skala penuh saat 50 microamps, sensitivitas tertinggi yang
umum tersedia, harus menarik setidaknya 50 microamps dari sirkuit yang sedang
diuji untuk membelokkan sepenuhnya. Hal ini mungkin memuat rangkaian impedansi
tinggi begitu banyak untuk mempengaruhi sirkuit, dan untuk memberikan pembacaan
yang rendah.
Voltmeter
Tabung vakum atau voltmeter katup (VTVM, VVM) digunakan untuk pengukuran
tegangan dalam sirkuit elektronik di mana impedansi tinggi diperlukan. VTVM
memiliki impedansi masukan tetap biasanya 1 megom atau lebih, biasanya melalui
penggunaan sirkuit pengikut katoda masukan, dan dengan demikian tidak
signifikan memuat sirkuit yang sedang diuji. Sebelum pengenalan transistor
digital elektronik impedansi tinggi analog dan transistor efek medan (FET)
voltmeter digunakan. Meter digital modern dan beberapa meter analog modern
menggunakan sirkuit elektronik masukan untuk mencapai tinggi impedansi
masukan-mereka rentang tegangan secara fungsional setara dengan VTVMs.
Skala tambahan
seperti desibel, dan fungsi pengukuran seperti kapasitansi, gain transistor,
frekuensi, duty cycle, menampilkan tahan, dan buzzers yang terdengar ketika
resistansi diukur kecil telah dimasukkan pada multimeter banyak. Sementara
multimeter dapat dilengkapi dengan peralatan khusus yang lebih dalam toolkit
teknisi, beberapa multimeter termasuk fungsi tambahan untuk aplikasi khusus
(suhu dengan probe termokopel, induktansi, konektivitas ke komputer, berbicara
nilai terukur,dll).
Operasi
Multimeter adalah kombinasi dari multi-range voltmeter DC, multi-range
voltmeter AC, multi-range ammeter, dan multi-range ohmmeter. Analog
un-diperkuat multimeter menggabungkan gerakan meter, rentang resistor dan
switch. Untuk gerakan meter analog, DC tegangan diukur dengan resistor seri
dihubungkan antara gerakan meter dan sirkuit yang sedang diuji. Satu set switch
memungkinkan resistensi yang lebih besar untuk dimasukkan untuk rentang
tegangan yang lebih tinggi. Produk dari arus defleksi skala penuh dasar gerakan,
dan jumlah dari resistansi seri dan resistensi sendiri gerakan, memberikan
tegangan skala penuh dari jangkauan. Sebagai contoh, sebuah gerakan meter yang
diperlukan 1 milliampere untuk defleksi skala penuh, dengan resistansi internal
dari 500 ohm, akan, pada kisaran 10-volt multimeter, memiliki 9.500 ohm
resistansi seri. Untuk saat ini berkisar analog, rendah resistansi shunts
dihubungkan secara paralel dengan gerakan meter untuk mengalihkan sebagian arus
sekitar kumparan. Sekali lagi untuk kasus hipotetis 1 mA, 500 ohm pergerakan
pada kisaran 1 Ampere, resistansi shunt akan lebih 0,5 ohm. Pindah instrumen
koil merespon hanya untuk nilai rata-rata arus melalui mereka. Untuk mengukur
arus bolak-balik, dioda penyearah dimasukkan ke dalam sirkuit sehingga nilai
rata-rata saat ini adalah non-nol. Karena nilai rata-rata dan nilai
akar-mean-square dari gelombang yang tidak perlu menjadi sama, sederhana
penyearah-jenis sirkuit mungkin hanya akurat untuk bentuk gelombang sinusoidal.
Bentuk gelombang lain memerlukan faktor kalibrasi yang berbeda untuk
berhubungan RMS dan nilai rata-rata. Karena rectifier praktis memiliki non-nol
drop tegangan, akurasi dan sensitivitas miskin dengan nilai rendah. Untuk
mengukur resistensi, sel kering kecil di dalam instrumen melewati arus melalui
perangkat yang diuji dan coil meter. Karena yang tersedia saat ini tergantung
pada kondisi penyimpanan daya sel kering, multimeter biasanya memiliki
penyesuaian untuk skala ohm ke nol itu. Di sirkuit yang biasa ditemukan di
analog multimeter, defleksi meteran berbanding terbalik dengan perlawanan, maka
skala penuh adalah 0 ohm, dan resistensi yang tinggi sesuai dengan defleksi
kecil. Skala ohm dikompresi, sehingga resolusi yang lebih baik pada nilai
resistensi yang lebih rendah.
Instrumen Amplified
menyederhanakan desain seri dan shunt resistor jaringan. Hambatan internal
kumparan dipisahkan dari pemilihan seri dan resistor shunt jangkauan, jaringan
seri menjadi pembagi tegangan. Dimana AC pengukuran diperlukan, rectifier dapat
ditempatkan setelah tahap amplifier, meningkatkan presisi di kisaran rendah.
Instrumen digital, yang selalu menggabungkan amplifier, menggunakan
prinsip-prinsip yang sama sebagai instrumen analog untuk resistor jangkauan.
Untuk pengukuran resistansi, biasanya arus konstan kecil dilewatkan melalui
perangkat yang sedang diuji dan multimeter digital membaca drop tegangan yang
dihasilkan, ini menghilangkan kompresi skala ditemukan dalam meter analog,
tetapi membutuhkan sumber arus yang signifikan. Sebuah multimeter digital autoranging
dapat secara otomatis menyesuaikan jaringan skala sehingga pengukuran
menggunakan presisi penuh dari A / D converter. Dalam semua jenis multimeter,
kualitas dari elemen switching sangat penting untuk pengukuran yang stabil dan
akurat. Stabilitas resistor merupakan faktor pembatas dalam akurasi jangka
panjang dan presisi instrument (Anonim, 2012).
2.2.3 Fungsi
Multimeter
Berfungsi untuk
mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi). Multimeter
juga dapat digunakan untuk fungsi lainnya seperti mengukur temperatur,
induktansi, frekuensi, dan sebagainya. Tidak hanya itu saja fungsinya, alat ini
juga mampu mengukur induktansi, frekuensi, temperatur dan masih banyak lagi,
karena alasan itulah mengapa alat ini disebut sebagai multimeter.Alat ini
memiliki berbagai bagian penting yang ada di dalamnya, yang memiliki kegunaan
unik masing-masing yang terdapat pada multimeter ini.Dan berbagai elemen yang
terkandung pada multimeter ini contohnya seperti saklar rangkuman atau pelemah
masukan yang memiliki kegunaan sebagai penyeimbang atau pembatas tegangan
masukkan pada titik nilai yang diinginkan (Anonim, 2015).
2.2.4
Bagian Multimeter

Menurut Ghofarudin
(2012) bahwa dari gambar multimeter di atas dapat dijelaskan bagian-bagian dan
fungsinya :
(1)
Sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk (Zero Adjust Screw), berfungsi untuk
mengatur kedudukan jarum penunjuk dengan cara memutar sekrupnya ke anan atau ke
kiri dengan menggunakan obeng pipih kecil.
(2)
Tombol pengatur jarum penunjuk pada kedudukan zero (Zero Ohm Adjust Knob),
berfungsi untuk mengatur jarum penunjuk pada posisi nol. Caranya : saklar
(Ohm), test lead + (merah Wpemilih diputar pada posisi dihubungkan ke test lead
– (hitam), kemudian tombol
diputar ke kiri atau ke kanan W pengatur kedudukan 0 sehingga menunjuk pada kedudukan 0.
diputar ke kiri atau ke kanan W pengatur kedudukan 0 sehingga menunjuk pada kedudukan 0.
(3)
Saklar pemilih (Range Selector Switch), berfungsi untuk memilih posisi
pengukuran dan batas ukurannya. Multimeter biasanya terdiri dari empat posisi
pengukuran, yaitu :
(Ohm)
berarti multimeter berfungsi sebagai W(4) Posisi ohmmeter, yang terdiri dari
tiga batas ukur : x 1; x 10; Wdan K
(5)
Posisi ACV (Volt AC) berarti multimeter berfungsi sebagai voltmeter AC yang
terdiri dari lima batas ukur : 10; 50; 250; 500; dan 1000.
(6)
Posisi DCV (Volt DC) berarti multimeter berfungsi sebagai voltmeter DC yang
terdiri dari lima batas ukur : 10; 50; 250; 500; dan 1000.
(7)
Posisi DCmA (miliampere DC) berarti multimeter berfungsi sebagai mili
amperemeter DC yang terdiri dari tiga batas ukur : 0,25; 25; dan 500.
(8)
Tetapi ke empat batas ukur di atas untuk tipe multimeter yang satu dengan yang
lain batas ukurannya belum tentu sama. Terminal), berfungsi sebagai W(9) Lubang
kutub + (V A tempat masuknya test lead kutub + yang berwarna merah.
(10)
Lubang kutub – (Common Terminal), berfungsi sebagai tempat masuknya test lead
kutub – yang berwarna hitam.
(11)
Saklar pemilih polaritas (Polarity Selector Switch), berfungsi untuk memilih
polaritas DC atau AC.
(12)
Kotak meter (Meter Cover), berfungsi sebagai tempat komponen-komponen
multimeter.
(13)
Jarum penunjuk meter (Knife –edge Pointer), berfungsi sebagai penunjuk besaran
yang diukur.
(14)
Skala (Scale), berfungsi sebagai skala pembacaan meter.
2.2.5 Jenis Multimeter
Menurut Chaniago (2012)
bahwa multimeter terdiri dari 2 jenis yaitu :
1. Multimeter Analog
Multimeter Analog atau yang biasa disebut
multimeter jarum adalah alat pengukur besaran listrik yang menggunakan tampilan
dengan jarum yang bergerak ke range-range yang kita ukur dengan probe .
Multimeter ini tersedia dengan kemampuan untuk mengukur hambatan ohm, tegangan (Volt)
dan arus (mA). Analog tidak digunakan untuk mengukur secara detail suatu
besaran nilai komponen, tetapi kebanyakan hanya digunakan untuk baik atau
jeleknya komponen pada waktu pengukuran atau juga digunakan untuk memeriksa
suatu rangkaian apakah sudah tersambung dengan baik sesuai dengan rangkaian
blok yang ada.
2. Multimeter Digital
Multimeter Digital hampir sama fungsinya dengan
multimeter analog tetapi multimeter digital menggunakan tampilan angka digital.
Multimeter digital pembacaan pengukuran besaran listrik yang lebih tepat jika
dibanding dengan multimeter analog, sehingga multimeter digital dikhususkan
untuk mengukur suatu besaran nilai tertentu dari sebuah komponen secara
mendetail sesuai dengan besaran yang diinginkan.
2.2.7 Modifikasi Multimeter
Digital multimeter circuit diagram modifikasi digital multimeter circuit
diagram biasanya
banyak Sekali kita temukan diacara balap motor yang banyak
diselenggrakan di Indonesia. diacara balap motor drag tersebut biasanya motor yang ikut dan alam kompetisi adalah motor-motor yg memang
sudah dimodifikasi sehingga motor yang biasanya masih standar akan menjadimotor yang seakan
tinggal tulangan motor Itu Saja. Selain itu jugabiasanya keepatan mesin motor yang standar akanberubah menjadi sangat cepat yang telah
disetel oleh bengkel yang memang
menangani motor itu sebelum mengikuti kontes balap.
Blue Point Multimeter Manual adalah salah satu dari beberapa
contoh foto/gambar modifikasi dari topik yang telah kita bahas sebelumnya pada
Modifikasi Kawasaki Kaze R yang terdapat pada situs termodifikasi.net. Termodifikasi.net adalah salah satu situs dari
ratusan situs yang menyajikan berbagai contoh gaya modif kuda besi.
Memperlihatkan berbagai foto dan gambar Blue Point Multimeter hasil modif motor
dengan berbagai varian yang berbeda, sesuai aliran terbaru saat ini tahun 2015.
Sobat bikers dapat dengan jelas melihat-lihat modifikasi Blue Point
Multimeter Manual yang lain. koleksi gambar, foto, desain baru dan konsep
gaya modifikasi motor baru yang inspiratif kami harap dapat membantu sobat
bikers dalam memodif motor.
Selain gambar Blue Point Multimeter Manual, kamu juga dapat
melihat koleksi gambar kami lainnya yang berhubungan dengan Blue Point
Multimeter Manual. Kamu dapat dengan mudah meng klik pada gambar atau foto
selain Blue Point Multimeter yang tersedia di bawah ini, atau kamu juga
dapat dengan gampang kembali ke artikel bahasan sebelumnya Modifikasi Kawasaki Kaze R untuk mencari ide atau inspirasi baru lainnya. Kami harap
gambar/ foto yang kami sediakan berikut bermanfaat dan dapat membantu kamu
mendapatkan inspirasi baru terkait Blue Point Multimeter Manual untuk
modifikasi motor kamu.
2.3 Galvanometer
2.3.1 Pengertian Galvanometer
Galvanometer
adalah alat yang digunakan untuk menentukan keberadaan, arah, dan kekuatan dari sebuah arus listrik dalam sebuah
konduktor. Berbeda dengan Amperemeter, Galvanometer di gunakan hanya untuk
mengukur kuat arus dan bedapotensial
listrik yang relatif kecil.Amperemeter sendiri adalah galvanometer yang di beri
hambatan shunt sehingga kemampuannya untuk mengukur kuat arus menjadi meningkat(Anonim.2012).
2.3.2 Sejarah Galvanometer
galvanometer
dapat ditelusuri kembali ke tahun 1820, ketika fisikawan Denmark – Hans
Christian Oersted mencatat bahwa jarum magnetik akan dibelokkan seperti itu
ketika mengalami kontak dengan arus listrik. Pengamatan oleh Oersted kemudian
menjadi prinsip dasar dari kerja sebuah galvanometer. Pada tahun yang sama,
fisikawan Jerman – Johann Schweigger bekerja dengan prinsip ini, dan dengan
kemunculan galvanometer pertama. Hak untuk penemuan galvanometer
bergerak-kumparan pertama, yang banyak digunakan saat ini, jatuh pada fisikawan
Prancis – Jacques Arsene D’Arsonval.Beberapa tahun kemudian, Edward Weston
cukup membuat beberapa perubahan untuk desain ini, dan melakukan improvisasi.
Sejarah
singkat penemuan galvanometer diatas dapat pula kita temukan di beberapa
jejaring sosial contoh nya google.Untuk sejarah lengkapnya dapat disimak
dibawah ini.Semua galvanometers didasarkan atas penemuan oleh Hans
C.Oersted bahwa jarum magnetis adalah yang dibelokkan oleh keberadaan
sebuah arus listrik di dekat konduktor. Ketika sebuah arus listrik yang
lewat melalui konduktor, maka jarum magnetis cenderung berbelok ke kanan di
sudut ke konduktor sehingga dengan arah yang paralel dengan baris induksi
sekitar konduktor dan utara tiang poin dalam arah yang inibaris induksi
mengalir. Secara umum, sejauh mana jarum yang ternyata adalah bergantung
pada kekuatan yang sekarang. Dalam galvanometers pertama, yang
berputar bebas jarum magnetis adalah hung dalam lilitan dari kawat, dalam
versi yang lebih baru telah magnet tetapdan dibuat berliku-liku
yg dpt bergerak. Galvanometers modern ini adalah yg dpt bergerak
berlingkar-jenis dan dipanggil d'Arsonval galvanometers (setelah Arsène
d'Arsonval, Prancis fisika). Jika pointer terpasang ke gulungan bergerak
sehingga lolos melalui calibrated sesuai skala, galvanometer yang
dapatdigunakan untuk mengukur banyaknya yang sedang melewati itu.Calibrated
galvanometers seperti yang banyak digunakan dalam mengukur perangkat listrik. DC pengukur
ampere sebuah alat untuk mengukur arus searah, sering terdiri dari
calibrated melalui galvanometer yang saat ini akan diukur dibuat untuk
lulus. Sejak arus berat akan merusak galvanometer, yang memotong, atau
tabrakan, disediakan sehingga hanya diketahui persentase tertentu yang sedang
melewati melalui galvanometer. Dengan mengukur persentase diketahui pada
saat ini, satu tiba di total sekarang. DC tegangan volt, yang dapat
menghitung tegangan langsung, terdiri dari calibrated galvanometer terhubung
dalam rangkaian (lihat sirkuit listrik ) dengan daya tahan
tinggi. Untuk mengukur tegangan antara dua titik, satu tegangan volt yang
menghubungkan antara keduanya. Yang sedang melalui galvanometer (dan
membaca maka pointer) lalu proporsional dengan tegangan (Natanael,2015).
2.3.3
Fungsi Galvanometer
Galvanometer adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk
mengukur kuat arus dan beda potensial listrik yang relatif kecil. Galvanometer
tidak dapat digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik
yang relatif besar, karena komponen-komponen internalnya yang tidak mendukung
.Galvanometer bisa digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial
listrik yang besar, jika pada galvanometer tersebut dipasang hambatan eksternal
(pada voltmeter disebut hambatan depan, sedangkan pada ampermeter disebut
hambatan shunt). Galvanometer alat yang
digunakan untuk menentukan keberadaan, arah, dan kekuatan dari sebuah arus
listrik dalam sebuah konduktor.
2.3.4
Bagian Galvanometer
Sebuah maknet permanen berbentuk sepatu kuda
dengan potongan-potongan besi lunak menempel padanya.
1. Antara potongan-potongan tersebut, terdapat
sebuah silinder besi lunak yang berfungsi untuk menghasilkan medan maknet yang
homogen.
2. Kumparan yang dililitkan pada sebuah kerangka
logam ringan dan dipasang sedemikian rupa hingga dapat berputar bebas di celah
udara.
3. Jarum penunjuk dipasang dibagian atas kumparan,
bergerak sepanjang skala yang sudah dibagi-bagi dan menunjukkan defleksi sudut
kumparan yang berarti juga menunjukkan arus melalui kumparan.
4. Bentuk “ Y “ adalah pengatur nol ( zero
adjust ) dan dihubungkan ke ujung tetap pegas pengatur depan.
5. Sebuah pasak eksentrik ( pin ) yang menembus
kotak instrumen yang memegang bagian “ Y “, sehingga posisi “ nol “ jarum dapat
diatur dari luar.
6. Dua pegas konduktif dari fosfor-perunggu
biasanya berkekuatan sama, yang menghasilkan gaya terkalibrasi untuk melawan
torsi kumparan putar dan prestasi pegas yang konstan dibutuhkan untuk
mempertahankan ketelitian instrumen.
7. Ketebalan pegas diperiksa secara teliti untuk
mencegah kondisi pegas yang permanen ( eksitasinya hilang ). Arus dialirkan
dari dan ke kumparan melalui pegas-pegas penghantar.
8. Keseluruhan sistem yang berputar dibuat
setimbang statis oleh tiga buah beban kesetimbangan untuk semua posisi
defleksi, seperti ditunjukkan pada gambar 7.
9. Jarum, pegas dan titik
putar ( pivot ) dirakit ke peralatan kumparan dengan menggunakan alas titik
putar dan ditopang oleh bantalan jewel ( jewel bearing ), seperti ditunjukkan
pada gambar 8. Jewel berbentuk “ V “ ditunjukkan pada gambar 8 a digunakan
secara umum pada bantalan-bantalan instrumen dan mempunyai gesekan paling kecil
diantara semua bantalan.
2.3.6
Aplikasi galvanometer
Galvanometer
berperan sebagai komponen dasar pada beberapa alat ukur, antara lain
amperemeter, voltmeter, serta ohmmeter.
Peralatan ini digunakan untuk mendeteksi dan
mengukur arus listrik lemah.Sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1, galvanometer
berupa kumparan bergerak, terdiri atas sebuah kumparan terbuat dari kawat
tembaga isolasi halus dan dapat berputar pada sumbunya yang mengelilingi sebuah
inti besi lunak tetap yang berada di antara kutub-kutub suatu magnet permanen.
Interaksi antara medan magnetik B permanen dengan sisi-sisi kumparan akan
dihasilkan bila arus I mengalir melaluinya, sehingga akan mengakibatkan torka pada
kumparan. Kumparan bergerak memiliki tongkat penunjuk atau cermin yang
membelokkan berkas cahaya ketika bergerak, dimana tingkat pembelokan tersebut
merupakan ukuran kekuatan arus.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Multimeter adalah suatu alat yang dipakai untuk menguji atau mengukur
komponen disebutjuga Avometer, dapat dipakai untuk mengukur ampere, volt dan
ohm meter.Multimeter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan
listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi).Osiloskop
adalah alat ukur yang di gunakan untuk memetakan atau membaca sinyal listrik
maupun frekuensi.Galvanometer adalah alat yang
digunakan untuk menentukan keberadaan, arah, dan kekuatan dari sebuah
arus listrik dalam sebuah konduktor.
Ketiga alat listrik ini memiliki
kegunaan yang berbeda-beda alat ini
dapat di modifikasi kedalam berbagai bentuk, dan alat ini mempunyai manfaat
dalam kehidupan bermasyarakat.
3.2. Saran
Salah satu saran yang dapat penulis
berikan yaitu agar kita dapat menggunakan Multimeter,
osiloskop, dan galvanometer dengan
baik, karena banyak manfaat yang akan kita dapatkan jika kita menggunakannya dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
http://riloeinstein.blogspot.co.id/2014/12/sejarah-galvanometer-galvanometer.html





Komentar
Posting Komentar