MAKALAH
MULTIMETER,GALVANOMETER DAN OSILOSKOP



DISUSUN OLEH :

                                          Nama                       :      RIZKY MAYANG ANGGRAINI  
                                          NIM                                       :      RSA1C315015 
                                          Kelompok                    :    5
                                          Anggota Kelompok    :      1. DEPIE EKA SINTIA
                                                                                        2. LINDA ZAENATI N
                                                                                        3. MIKO DANU P
                                                                                        4. PIPIT ROSTIKA

                                          Nama Asisten Dosen  :                                                                                        
                                                                                        1.  KUSWANTO
2.   AFNITA MARDALENA


LABORATORIUM FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016



BAB I
PENDAHULUAN


1.1    Latar belakang



Latar belakang disusunnya laporan ini adalah untuk memenuhi tujuan dari praktikum yang akan dilakukanya itu untuk mengetahui fungsi dan pemakaian alat ukur dasar dan alat ukur listrik. Untuk alat ukur dasar, pengukuran massa dengan neraca teknis, pengukuran panjang dan diameter benda dengan jangka sorong atau micrometer sekrup, untuk alat ukur listrik, memperoleh keterampilan dalam pemakaian alat ukur dasar listrik voltmeter, amperemeter, multimeter analog dan digital, serta osiloskop. Alat ukur dasar dan listrik sangat banyak sekali jenisnya dan masing-masing alat ukur tersebut mempunyai fungsi dan kelebihan masing-masing. Alat tersebut banyak sekali digunakan dan harus disesuaikan dengan fungsinya, missal dalam bidang elektronika, industri, kedokteran, dan lain-lain.

Multimeter adalah alat test yang sangat berguna, dengan mengoperasikan sakelar banyak posisi, meter dapat secara cepat dan mudah di jadikan sebagai voltmeter, sebuah ammeter atau sebuah ohmmeter. Alat ini mempunyai berbagai penetapan pada setiap mempunyai pilihan AC atau DC. Beberapa multimeter kelebihan tambahan layaknya sebagai pengukur transistor dan range untuk pengukuran kapasitansi dan frekuensi. Multimeter terbagi atas 2 jenis yaitu Multimeter analog dan Multimeter Digital. Pada modul ini kita akan membahas tentang multimeter analog.



1.2.   Rumusan Masalah
Sejalan dengan latar belakang masalah di atas, maka ditulis rumusan masalah sebagai berikut:
1.  Apa pengertian multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
2.  Bagaimana sejarah multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
3.  Apa fungsi multimeter,osiloskop, dan galvanometer.
4. Apa bagian multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
5. Apa jenis-jenis alat multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
6. Bagaimana aplikasi multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
7. Apa modifikasi multimeter, osiloskop, dan galvanometer.

1.3.    Tujuan Penulisan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mahasiswa dapat memahami pengertian multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
2. Mahasiswa dapat mengetahui sejarah multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
3. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi multimeter,osiloskop, dan galvanometer.
4. Mahasiswa dapat mengetahui bagian multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
5. Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis alat multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
6. Mahasiswa dapat mengetahui aplikasi multimeter, osiloskop, dan galvanometer.
7. Mahasiswa dapat mengetahui modifikasi multimeter, osiloskop, dan galvanometer



BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Osiloskop
2.1.1 Pengertian Osiloskop
         Osiloskop adalah alat ukur yang di gunakan untuk memetakan atau membaca sinyal listrik maupun frekuensi. Osiloskop di gunakan dalam pengukuran rangkaian elektronik seperti stasiun pemancar radio, TV, atau dalam kegunaan memonitor frekuensi elektronik seperti di rumah sakit dan untuk kegunaan-kegunaan lainnya (Anonim, 2014).
2.1.2 Sejarah Osiloskop
            Karl Ferdinand Braun (Fulda, 6 Juni 1850 – New York, 20 April 1918) adalah seorang fisikawan Jerman. Braun belajar di Universitas Marburg dan menerima gelar di Universitas Berlin pada tahun 1872. Ia menjadi direktur di Lembaga Fisika dan profesor fisika di Strasbourg (1895). Pada tahun 1897, ia membuat oskiloskop tabung sinar katoda pertama. Teknik ini digunakan oleh sebagian besar peralatan TV dan monitor komputer. Tabung katode masih disebut “tabung Braun” (Braunsche Röhre) di negara penutur bahasa Jerman (dan di Jepang: Buraun-kan). Pada tahun 1909 Braun menerima Penghargaan Nobel dalam Fisika dengan Guglielmo Marconi untuk “sumbangan pada pengembangan telegrafi nirkabel.” Pada awal Perang Dunia I Braun pindah ke Amerika Serikat untuk mempertahankan stasiun nirkabel Jerman yang terletak di Sayville (Long Island) terhadap serangan oleh Marconi Corporation yang dikendalikan Inggris (saat itu AS belum terjun dalam perang). Braun meninggal di rumahnya di Brooklyn sebelum perang berakhir, pada tahun 1918.
Selama era Soviet yang berakhir pada tahun 1991, perdagangan antara Uni Soviet dan dunia luar sebagian besar diblokir.Beberapa alat uji berhasil masuk atau keluar tetapi pada umumnya, Uni Soviet dikembangkan dan diproduksi osiloskop sendiri.Pusat desain osiloskop dan manufaktur itu, selama bertahun-tahun, di Vilnius, sekarang ibukota Lithuania.Pabrik pertama Elektrit dibangun pada tahun 1934 di Shepticky Street di distrik Naujamiestis. Sebelum Perang Dunia II, ini adalah pabrik terbesar di Vilnius, merancang dan memproduksi radio receiver untuk penggunaan sipil. Pabrik tersebut memproduksi 54.000 penerima radio per tahun dengan biaya sebesar USD 1,2 juta.
Osilloskop adalah peralatan elektronik yang menghasilakn tampilan grafik pada layar untuk mencitrakan gelombang maupun signal elektronik yang diterimanya.
Misalnya, Kita tidak pernah bisa melihat signal yang dipancarkan oleh handphone yang kita gunakan. Tengan bantuan Osilloskop, signal tersebut dapat dicitrakan dalam layar, sehingga dapat dilihat bentuk gelombang nya, panjang gelombang atau frekwensi gelombang, maupun cacat gelombang.
Semua alat ukur elektronik bekerja berdasarkan sample data, semakin tinggi sample data, semakin akurat peralatan elektronik tersebut. Pada Osiloskop, umumnya pempunyai sampel data yang sangat tinggi, dan karenanya umumnya osiloskop merupakan alat ukur elektronik yang mahal.
Contoh cara kerjanya. misalnya sebuah osiloskop mempunyai sample rate 10Ks/s (10kilo sample/second = 10000 data perdetik) akan melakukan pembacaan sebanyak 10000 kali dalam sedetik. Jika yang diukur adalah sebuah gelombang dengan frekwensi 2500Hz, maka setiap sampel data akan memuat data 1/4 dari sebuah gelombang penuh yang umumnya ditampilkan dalam layar dengan grafik skala XY (Natanael, 2012).
2.1.3 Fungsi Osiloskop
            Menurut Anonim (2014) bahwa Beberapa fungsi osiloskop antara lain untuk:
ü  Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu.
ü  Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik.
ü  Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi. mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik.
ü  Membedakan arus AC dengan arus DC.
ü  Mengetahui noise pada sebuah rangkaian listrik.
ü  Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik.
2.1.4 Bagian Osiloskop
Menurut Anonim (2016) bahwa tombol/Sakelar Kontrol dan Indikator Osiloskop berdasarkan gambar diatas adalah seperti berikut ini :
  1. Tombol Power ON/OFF  berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan Osiloskop
  2.  Lampu Indikator berfungsi sebagai Indikasi Osiloskop dalam keadaan ON (lampu Hidup) atau OFF (Lampu Mati)
  3. Rotation pada Osiloskop berfungsi untuk mengatur posisi tampilan garis pada layar agar tetap berada pada posisi horizontal. Untuk mengatur rotation ini, biasanya harus menggunakan obeng untuk memutarnya.
  4.  Intensity digunakan untuk mengatur kecerahan tampilan bentuk gelombang agar mudah dilihat.
  5. Focus digunakan untuk mengatur penampilan bentuk gelombang sehingga tidak kabur
  6. CAL digunakan untuk Kalibrasi tegangan peak to peak (VP-P) atau Tegangan puncak ke puncak.
  7.  Posistion digunakan untuk mengatur posisi Vertikal (masing-masing Saluran/Channel memiliki pengatur POSITION).
  8. INV (INVERT) Saat tombol INV ditekan, sinyal Input yang bersangkutan akan dibalikan.
  9.  Sakelar yang digunakan untuk memilih besarnya tegangan per sentimeter (Volt/Div) pada layar Osiloskop. Umumnya, Osiloskop memiliki dua saluran (dual channel) dengan dua Sakelar VOLT/DIV. Biasanya tersedia pilihan 0,01V/Div hingga 20V/Div.
  10.  Fungsi Variable pada Osiloskop adalah untuk mengatur kepekaan (sensitivitas) arah vertikal pada saluran atau Channel yang bersangkutan. Putaran Maksimum Variable adalah CAL yang berfungsi untuk melakukan kalibrasi Tegangan 1 Volt tepat pada 1cm di Layar Osiloskop.
  11.  Pilihan AC digunakan untuk mengukur sinyal AC, sinyal input yang mengandung DC akan ditahan/diblokir oleh sebuah Kapasitor. Sedangkan pada pilihan posisi DC maka Input Terminal akan terhubung langsung dengan Penguat yang ada di dalam Osiloskop dan seluruh sinyal input akan ditampilkan pada layar Osiloskop.
  12. GND jika tombol GND diaktifkan, maka Terminal INPUT akan terbuka, Input yang bersumber dari penguatan Internal Osiloskop akan ditanahkan (Grounded).
  13. VERTICAL INPUT CH-1 Sebagai VERTICAL INPUT untuk Saluran 1 (Channel 1)
  14. VERTICAL INPUT CH-2 Sebagai VERTICAL INPUT untuk Saluran 2 (Channel 2)
  15.  Sakelar MODE pada umumnya terdiri dari 4 pilihan yaitu CH1, CH2, DUAL dan ADD.
    CH1 = Untuk tampilan bentuk gelombang Saluran 1 (Channel 1).
    CH2 = Untuk tampilan bentuk gelombang Saluran 2 (Channel 2).
    DUAL = Untuk menampilkan bentuk gelombang Saluran 1 (CH1) dan Saluran 2 (CH2) secara bersamaan.
    ADD = Untuk menjumlahkan kedua masukan saluran/saluran secara aljabar. Hasil penjumlahannya akan menjadi satu gambar bentuk gelombang pada layar.
  16. x10 MAG untuk pembesaran (Magnification) frekuensi hingga 10 kali lipat.
  17. POSITION untuk penyetelan tampilan kiri-kanan pada layar.
  18. XY Pada fungsi XY ini digunakan, Input Saluran 1 akan menjadi Axis X dan Input Saluran 2 akan menjadi Axis Y.
  19.  Sakelar TIME/DIV digunakan untuk memilih skala besaran waktu dari suatu periode atau per satu kotak cm pada layar Osiloskop.
  20. Tombol CAL (TIME/DIV) ini berfungsi untuk kalibrasi TIME/DIV
  21. VARIABLE fungsi Variable pada bagian Horizontal adalah untuk mengatur kepekaan (sensitivitas) TIME/DIV.
  22.  GND merupakan Konektor yang dihubungkan ke Ground (Tanah).
  23. Tombol CHOP dan ALT HOP adalah menggunakan potongan dari saluran 1 dan saluran 2. ALT atau Alternate adalah menggunakan saluran 1 dan saluran 2 secara bergantian.
  24.  HOLD OFF untuk mendiamkan gambar pada layar osiloskop.
  25.  LEVEL atau TRIGGER LEVEL digunakan untuk mengatur gambar yang diperoleh menjadi diam atau tidak bergerak.
  26. Tombol NORM dan AUTO
  27. Tombol LOCK
  28. Sakelar COUPLING Menunjukan hubungan dengan sinyal searah (DC) atau bolak balik (AC).
  29. Sakelar SOURCE Penyesuai pemilihan sinyal.
  30. TRIGGER ALT
  31. SLOPE
  32. EXT rigger yang dikendalikan dari rangkaian di luar Osiloskop.
Penampilan pada Layar (Display)
  1. Layar Osiloskop
  2. Trace, garis yang digambar oleh Osiloskop yang mewakili sinyal
  3. Garis Grid Horizontal
  4. Garis Grid Vertical
  5. Garis Tengah Horizontal dan Vertikal
2.1.5 Jenis Osiloskop
Menurut Yelyanto (2015) bahwa dewasa ini secara prinsip ada dua tipe osiloskop, yakni tipe analog (ART – analog real time oscilloscope), dan tipe digital (DSO – digital storage oscilloscope), masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan. Para insinyur, teknisi maupun praktisi yang bekerja di laboraturium perlu mencermati karakter masing-masing agar dapat memilih dengan tepat osiloskop mana yang sebaiknya digunakan dalam kasus-kasus tertentu yang berkaitan dengan rangkaian elektronik yang sedang diperiksa atau di uji kinerjanya. Untuk itulah disini akan ditinjau karakter masing-masing tipe osiloskop tersebut.
a. Osiloskop analog.
Osiloskop tipe waktu nyata analog (ART) menggambar bentuk-bentuk gelombang listrik dengan melalui gerakan pancaran electron (electron beam) dalam sebuah tabung sinar katoda (CRT – Cathode Ray Tube) dari kiri ke kanan. Pancaran electron dari bagian senapan electron (electron gun) yang membentur atau menumbuk dinding dalam tabung tersebut Mengeksitasi electron dalam lapisan fosfor pada layar tabung mengeksitasi electron dalam lapisan fosfor pada layar tabung sehingga terjadi perpendaran atau nyala pada layar yang menggambarkan bentuk dasar gelombang. Dalam perjalanannya dari senapan electron menuju layar yang berfosfor tadi, electron-elektron dipengaruhi oleh medan listrik dalam arah vertical (ke atas maupun ke bawah) oleh sepasang pelat pembelok (defleksi) vertical dan dalam arah horizontal oleh sepasang pelat defleksi horizontal. Apabila tegangan pada semua pelat tersebut nol Volt, electron akan berjalan lurus membentuk layar sehingga hanya terlihat sebuah bintik nyala di ditengah layar saja. Untuk “membuat” gambar garis pada layar, diperlukan gelombang gigi gergaji yang diberikan kepada pasangan pelat horizontal tersebut. Tegangan gigi gergaji ini dihasilkan oleh time base generator/sweep generator atau generator sapu, yang kemudian diperkuat oleh penguat horizontal. Tegangan gigi gergaji ini naik secara linier terhadap waktu sehingga berkas electron pada layar bergerak dari kiri ke kanan. Setelah sampai di bagian paling kanan layar, tegangan gigi gergaji turun dengan cepat ke nol sehingga memulai gerakan berulang dari bagian kiri layar. Gerakan balik yang cepat ini tidak dapat ditangkap oleh mata sehingga yang terlihat adalah gambar garis horizontal lurus pada layar yang tidak terputus. Agar osiloskop dapat menggambarkan bentuk gelombang yang sedang diamati maka gelombang tersebut diumpankan ke rangkaian vertical. Rangkaian vertical ini berfungsi memperkuat atau melemahkan simpangan vertical dari gelombang masukan, sehingga tegangan yan g diberikan ke pasangan pelat defleksi vertical menghasilkan medan listrik yang dapat mempengaruhi gerakan vertical electron secara proposional selagi ia bergerak menuju ke layar, yang berakibat bentuk gelombang pada layar dapat diperbesar atau diperkecil. Karena arah gerak electron berdasar vector medan listrik horizontal dan vertical, CRT nya disebut direcdt viev vector CRT. .
Agar gambar pada layar dapat stabil, digunakan rangkaian picu (trigger). Jika suatu gelombang listrik dihubungkan ke ART, rangkaian picu akan memonitor gelombang masukan tersebut dan menunggu event – yakni saat terjadinya peristiwa atau kondisi yang dapat dipakai untuk pemicuan. Event picu ini berupa suatu sisi atau tebing gelombang yang memenuhi persyaratan yang telah didefinisikan atau ditentukan melalui suatu pilihan tombol pada panel depan osiloskop. Sekali event picu ini terjadi, osiloskop akan menstart generator sapu dan meragakan bentuk gelombang yang sedang diukur. Proses ini akan berulang sepanjang osiloskop tersebut dapat mendeteksi event-event picu. Selain menyangkut vertical dan horizontal, osiloskop analog mempunyai dimensi ketiga yang disebut dengan gray scaling (skala/tingkatan atau intensitas kelabu). Tingkatan kelabu ini diciptakan intensitas pancaran electron pada tabung gambar, yang meragakan detil gambar bagian tertentu secara sekilas saja. Kondisi ini terjadi karena kecepatan pancaran electron mempengaruhi kecerahan jejaknya. Makin cepat pancaran bergerak dari satu titik ke titik yang lain pada bagian tertentu, makin sedikit waktu ia dapat mengeksitasi electron-elektron pada fosfor yang terdapat pada dinding layar. Akibatnya jejak yang membentuk gambar gelombang abgian tersebut akan lebih redup daripada gambar bagian gelombang yang lainnya. .
Skala kelabu ini juga menunjukan frekuensi relative dari event-event individual (gejala khusus) yang terjadi dalam suatu gelombang yang sifatnya berulang (repetitif). Pancaran electron yang menggambarkan bagian gelombang yang bentuknya sama secara berulang akan menyebabkan bagian yang dapat tergambar dengan terang di layar, sedangkan event lekuk gelombang yang jarang terjadi akan mendapat lebih sedikit waktu eksitasi. Akhirnya menjadi jelas bahwa daerah dari lapisan fosfor yang dirangsang/dieksitasi secara berulang Nampak lebih terang daripada daerah yang kurang terpenuhi.

b. Osiloskop digital.
Jika dalam osiloskop analog gelombang yang akan ditampilkan langsung diberikan ke rangkaian vertikal sehingga berkesan “diambil” begitu saja (real time), maka dalam osiloskop digital, gelombang yang akan ditampilkan lebih dulu disampling (dicuplik) dan didigitalisasikan. Osiloskop kemudian menyimpan nilai-nilai tegangan ini bersama sama dengan skala waktu gelombangnya di memori. Pada prinsipnya, osiloskop digital hanya mencuplik dan menyimpan demikian banyak nilai dan kemudian berhenti. Ia mengulang proses ini lagi dan lagi sampai dihentikan.
DSO mempunyai dua cara untuk menangkap atau mencuplik gelombang, yakni dengan teknik single shot atau real time sampling. Dengan kedua teknik ini, osiloskop memperoleh semua cuplikan dengan satu event picu. Sayangnya laju cuplik DSO membatasi lebar pita osiloskop ketika beroperasi dalam waktu nyata (real time). Secara teori (sesuai dengan Nyquist samplinjg theorema), osiloskop digital membutuhkan masuka dengan sekurang-kurangnya dua cuplikan per periode gelombang untuk merekontruksi suatu bentuk gelombang. Dalam praktek, tiga atau lebih cuplikan per periode menjamin akurasi akuisisi. Jika pencuplik tidak dapat sama cepat dengan sinyal masukannya, osiloskop tidak akan dapat mengumpulkan suatu jumlah yang cukup berakibat menghasilkan suatu peragaan yang lain dari bentuk gelombang aslinya. Yakni osiloskop akan menggambarkan struktur keseluruhan sinyal masukan pada suatu frekuensi yang jauh lebih rendah dari frekuensi sinyal sesungguhnya.
 Kebanyakan DSO, apakah ia menggunakan teknik real time atau equivalent time akan mencuplik pada laju maksimum tanpa mengacu berapa dasar waktu (time base) yang dipilih. Pada kecepatan sapuan yang lebih rendah osiloskop digital menerima jauh lebih banyak cuplikan daripada yang dapat disimpannya. Tergantung pada model akuisisi yang kita pilih, suatu DSO akan membuang cuplikan ekstra atau menggunakannya untuk pemprosesan sinyal-sinyal tambahan seperti deteksi puncak gelombang (peak detect), maupun sampul gelombang (envelope).

2.1.6 Aplikasi Osiloskop
Ada banyak jenis osiloskop berdasarkan fungsinya, dan kegunaan dari osiloskop ini pun ada banyak macamnya.Misalnya untuk keperluan dalam dunia medis yang menggunakan alat ukur ini untuk memantau perkembangan dari kesehatan pasien, dan masih banyak lagi penggunaan osiloskop dalam dunia kedokteran yang patut kita mengerti. Secara sederhana osiloskop adalah alat untuk menampilkan perubahan gelombang sinyal dari suatu input yang diberikan untuk memantau secara berkala dari perubahan tersebut. Selengkapnya untuk memahami tentang alat ini akan lebih baik apabila melakukan praktek dilapangan.

2.2 Multimeter
2.1.1 Pengertian Multimeter
Multimeter adalah suatu alat yang dipakai untuk menguji atau mengukur komponen disebut juga Avometer, dapat dipakai untuk mengukur ampere, volt dan ohm meter.Multimeter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi).Itu adalah pengertian multimeter secara umum, sedangkan pada perkembangannya multimeter masih bisa digunakan untuk beberapa fungsi seperti mengukur temperatur, induktansi, frekuensi, dan sebagainya. Ada juga orang yang menyebut multimeter dengan sebutan AVO meter, mungkin maksudnya A (ampere), V(volt), dan O(ohm) (Anonim 2012).
 Umumnya sebuah multimeter elektronik mengandung elemen-elemen berikut :
Penguat
DC jembatan setimbang balanced bridge dc amplifier dan alat pencatat.
Pelemah masukan atau saklar rangkuman (
range), guna membatasi tegangan masukkan pada nilai yang diinginkan.Rangkaian penyearah, untuk mengubah tegangan masukkan ac keDC yang sebanding.Batere internal dan rangkaian tambahan, guna melengkapi kemampuan pengukuran tahanan.Saklar fungsi untuk memilih berbagai fungsi pengukuran dari instrument tersebut.
2.2.2 Sejarah Multimeter
Sejarah 1920 Pocket MultimeterAvometer Model 8 Bergerak-pointer pertama saat-mendeteksi perangkat adalah galvanometer tahun 1820. Ini digunakan untuk mengukur resistensi dan tegangan dengan menggunakan sebuah jembatan Wheatstone, dan membandingkan kuantitas yang tidak diketahui ke tegangan referensi atau perlawanan. Sementara berguna dalam laboratorium, perangkat yang sangat lambat dan tidak praktis di lapangan. Ini galvanometers yang besar dan halus. D'Arsonval / Weston gerakan meter menggunakan semi logam halus untuk memberikan pengukuran yang proporsional, bukan hanya deteksi, dan built-in magnet permanen yang terbuat lapangan defleksi independen dari orientasi meter.
 Fitur-fitur ini diaktifkan dengan jembatan Wheatstone pengeluaran, dan membuat pengukuran cepat dan mudah. Dengan menambahkan resistor seri atau shunt, lebih dari satu rentang tegangan atau arus dapat diukur dengan satu gerakan.

 Multimeter diciptakan di awal 1920-an sebagai radio penerima dan perangkat tabung vakum elektronik lainnya menjadi lebih umum. Penemuan multimeter pertama dikaitkan dengan Kantor Pos insinyur Inggris, Donald Macadie, yang menjadi tidak puas dengan harus membawa instrumen yang terpisah diperlukan untuk pemeliharaan sirkuit telekomunikasi. Macadie menemukan alat yang bisa mengukur ampere (amp) , volt dan ohm, sehingga meteran multifungsi kemudian dinamai avometer. Meteran terdiri meter coil bergerak, tegangan dan resistor presisi, dan switch dan soket untuk memilih kisaran. Macadie mengambil idenya ke Coil yang Winder Otomatis dan Perusahaan Peralatan Listrik (ACWEEC, didirikan pada ~ 1923). The AVO pertama memakai dijual pada tahun 1923, dan meskipun itu awalnya DC, banyak fitur-fiturnya tetap hampir tidak berubah melalui Model terakhir 8.
Meter arloji saku gaya yang digunakan secara luas pada tahun 1920, dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada Avometers. Kasus logam biasanya terhubung dengan koneksi negatif, pengaturan yang menyebabkan kejutan listrik banyak. Spesifikasi teknis perangkat ini sering mentah, misalnya satu ilustrasi memiliki resistansi hanya 33 ohm per volt, skala non-linear dan tidak ada penyesuaian nol. Setiap meteran akan memuat sirkuit yang sedang diuji untuk beberapa contoh extent.For, sebuah microammeter dengan skala penuh saat 50 microamps, sensitivitas tertinggi yang umum tersedia, harus menarik setidaknya 50 microamps dari sirkuit yang sedang diuji untuk membelokkan sepenuhnya. Hal ini mungkin memuat rangkaian impedansi tinggi begitu banyak untuk mempengaruhi sirkuit, dan untuk memberikan pembacaan yang rendah.
Voltmeter Tabung vakum atau voltmeter katup (VTVM, VVM) digunakan untuk pengukuran tegangan dalam sirkuit elektronik di mana impedansi tinggi diperlukan. VTVM memiliki impedansi masukan tetap biasanya 1 megom atau lebih, biasanya melalui penggunaan sirkuit pengikut katoda masukan, dan dengan demikian tidak signifikan memuat sirkuit yang sedang diuji. Sebelum pengenalan transistor digital elektronik impedansi tinggi analog dan transistor efek medan (FET) voltmeter digunakan. Meter digital modern dan beberapa meter analog modern menggunakan sirkuit elektronik masukan untuk mencapai tinggi impedansi masukan-mereka rentang tegangan secara fungsional setara dengan VTVMs.
Skala tambahan seperti desibel, dan fungsi pengukuran seperti kapasitansi, gain transistor, frekuensi, duty cycle, menampilkan tahan, dan buzzers yang terdengar ketika resistansi diukur kecil telah dimasukkan pada multimeter banyak. Sementara multimeter dapat dilengkapi dengan peralatan khusus yang lebih dalam toolkit teknisi, beberapa multimeter termasuk fungsi tambahan untuk aplikasi khusus (suhu dengan probe termokopel, induktansi, konektivitas ke komputer, berbicara nilai terukur,dll).
Operasi Multimeter adalah kombinasi dari multi-range voltmeter DC, multi-range voltmeter AC, multi-range ammeter, dan multi-range ohmmeter. Analog un-diperkuat multimeter menggabungkan gerakan meter, rentang resistor dan switch. Untuk gerakan meter analog, DC tegangan diukur dengan resistor seri dihubungkan antara gerakan meter dan sirkuit yang sedang diuji. Satu set switch memungkinkan resistensi yang lebih besar untuk dimasukkan untuk rentang tegangan yang lebih tinggi. Produk dari arus defleksi skala penuh dasar gerakan, dan jumlah dari resistansi seri dan resistensi sendiri gerakan, memberikan tegangan skala penuh dari jangkauan. Sebagai contoh, sebuah gerakan meter yang diperlukan 1 milliampere untuk defleksi skala penuh, dengan resistansi internal dari 500 ohm, akan, pada kisaran 10-volt multimeter, memiliki 9.500 ohm resistansi seri. Untuk saat ini berkisar analog, rendah resistansi shunts dihubungkan secara paralel dengan gerakan meter untuk mengalihkan sebagian arus sekitar kumparan. Sekali lagi untuk kasus hipotetis 1 mA, 500 ohm pergerakan pada kisaran 1 Ampere, resistansi shunt akan lebih 0,5 ohm. Pindah instrumen koil merespon hanya untuk nilai rata-rata arus melalui mereka. Untuk mengukur arus bolak-balik, dioda penyearah dimasukkan ke dalam sirkuit sehingga nilai rata-rata saat ini adalah non-nol. Karena nilai rata-rata dan nilai akar-mean-square dari gelombang yang tidak perlu menjadi sama, sederhana penyearah-jenis sirkuit mungkin hanya akurat untuk bentuk gelombang sinusoidal. Bentuk gelombang lain memerlukan faktor kalibrasi yang berbeda untuk berhubungan RMS dan nilai rata-rata. Karena rectifier praktis memiliki non-nol drop tegangan, akurasi dan sensitivitas miskin dengan nilai rendah. Untuk mengukur resistensi, sel kering kecil di dalam instrumen melewati arus melalui perangkat yang diuji dan coil meter. Karena yang tersedia saat ini tergantung pada kondisi penyimpanan daya sel kering, multimeter biasanya memiliki penyesuaian untuk skala ohm ke nol itu. Di sirkuit yang biasa ditemukan di analog multimeter, defleksi meteran berbanding terbalik dengan perlawanan, maka skala penuh adalah 0 ohm, dan resistensi yang tinggi sesuai dengan defleksi kecil. Skala ohm dikompresi, sehingga resolusi yang lebih baik pada nilai resistensi yang lebih rendah.
Instrumen Amplified menyederhanakan desain seri dan shunt resistor jaringan. Hambatan internal kumparan dipisahkan dari pemilihan seri dan resistor shunt jangkauan, jaringan seri menjadi pembagi tegangan. Dimana AC pengukuran diperlukan, rectifier dapat ditempatkan setelah tahap amplifier, meningkatkan presisi di kisaran rendah. Instrumen digital, yang selalu menggabungkan amplifier, menggunakan prinsip-prinsip yang sama sebagai instrumen analog untuk resistor jangkauan. Untuk pengukuran resistansi, biasanya arus konstan kecil dilewatkan melalui perangkat yang sedang diuji dan multimeter digital membaca drop tegangan yang dihasilkan, ini menghilangkan kompresi skala ditemukan dalam meter analog, tetapi membutuhkan sumber arus yang signifikan. Sebuah multimeter digital autoranging dapat secara otomatis menyesuaikan jaringan skala sehingga pengukuran menggunakan presisi penuh dari A / D converter. Dalam semua jenis multimeter, kualitas dari elemen switching sangat penting untuk pengukuran yang stabil dan akurat. Stabilitas resistor merupakan faktor pembatas dalam akurasi jangka panjang dan presisi instrument (Anonim, 2012).
2.2.3 Fungsi Multimeter
Berfungsi untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi). Multimeter juga dapat digunakan untuk fungsi lainnya seperti mengukur temperatur, induktansi, frekuensi, dan sebagainya. Tidak hanya itu saja fungsinya, alat ini juga mampu mengukur induktansi, frekuensi, temperatur dan masih banyak lagi, karena alasan itulah mengapa alat ini disebut sebagai multimeter.Alat ini memiliki berbagai bagian penting yang ada di dalamnya, yang memiliki kegunaan unik masing-masing yang terdapat pada multimeter ini.Dan berbagai elemen yang terkandung pada multimeter ini contohnya seperti saklar rangkuman atau pelemah masukan yang memiliki kegunaan sebagai penyeimbang atau pembatas tegangan masukkan pada titik nilai yang diinginkan (Anonim, 2015).
2.2.4 Bagian Multimeter
Menurut  Ghofarudin (2012) bahwa dari gambar multimeter di atas dapat dijelaskan bagian-bagian dan fungsinya :
(1) Sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk (Zero Adjust Screw), berfungsi untuk mengatur kedudukan jarum penunjuk dengan cara memutar sekrupnya ke anan atau ke kiri dengan menggunakan obeng pipih kecil.
(2) Tombol pengatur jarum penunjuk pada kedudukan zero (Zero Ohm Adjust Knob), berfungsi untuk mengatur jarum penunjuk pada posisi nol. Caranya : saklar (Ohm), test lead + (merah Wpemilih diputar pada posisi dihubungkan ke test lead – (hitam), kemudian tombol
diputar ke kiri atau ke kanan W pengatur kedudukan 0 sehingga menunjuk pada kedudukan 0.
(3) Saklar pemilih (Range Selector Switch), berfungsi untuk memilih posisi pengukuran dan batas ukurannya. Multimeter biasanya terdiri dari empat posisi pengukuran, yaitu :
(Ohm) berarti multimeter berfungsi sebagai W(4) Posisi ohmmeter, yang terdiri dari tiga batas ukur : x 1; x 10; Wdan K
(5) Posisi ACV (Volt AC) berarti multimeter berfungsi sebagai voltmeter AC yang terdiri dari lima batas ukur : 10; 50; 250; 500; dan 1000.
(6) Posisi DCV (Volt DC) berarti multimeter berfungsi sebagai voltmeter DC yang terdiri dari lima batas ukur : 10; 50; 250; 500; dan 1000.
(7) Posisi DCmA (miliampere DC) berarti multimeter berfungsi sebagai mili amperemeter DC yang terdiri dari tiga batas ukur : 0,25; 25; dan 500.
(8) Tetapi ke empat batas ukur di atas untuk tipe multimeter yang satu dengan yang lain batas ukurannya belum tentu sama. Terminal), berfungsi sebagai W(9) Lubang kutub + (V A tempat masuknya test lead kutub + yang berwarna merah.
(10) Lubang kutub – (Common Terminal), berfungsi sebagai tempat masuknya test lead kutub – yang berwarna hitam.
(11) Saklar pemilih polaritas (Polarity Selector Switch), berfungsi untuk memilih polaritas DC atau AC.
(12) Kotak meter (Meter Cover), berfungsi sebagai tempat komponen-komponen multimeter.
(13) Jarum penunjuk meter (Knife –edge Pointer), berfungsi sebagai penunjuk besaran yang diukur.
(14) Skala (Scale), berfungsi sebagai skala pembacaan meter.
 2.2.5 Jenis  Multimeter
Menurut Chaniago (2012) bahwa multimeter terdiri dari 2 jenis yaitu :
1. Multimeter Analog
Multimeter Analog atau yang biasa disebut multimeter jarum adalah alat pengukur besaran listrik yang menggunakan tampilan dengan jarum yang bergerak ke range-range yang kita ukur dengan probe . Multimeter ini tersedia dengan kemampuan untuk mengukur hambatan ohm, tegangan (Volt) dan arus (mA). Analog tidak digunakan untuk mengukur secara detail suatu besaran nilai komponen, tetapi kebanyakan hanya digunakan untuk baik atau jeleknya komponen pada waktu pengukuran atau juga digunakan untuk memeriksa suatu rangkaian apakah sudah tersambung dengan baik sesuai dengan rangkaian blok yang ada.

2. Multimeter Digital
Multimeter Digital hampir sama fungsinya dengan multimeter analog tetapi multimeter digital menggunakan tampilan angka digital. Multimeter digital pembacaan pengukuran besaran listrik yang lebih tepat jika dibanding dengan multimeter analog, sehingga multimeter digital dikhususkan untuk mengukur suatu besaran nilai tertentu dari sebuah komponen secara mendetail sesuai dengan besaran yang diinginkan.

2.2.7 Modifikasi Multimeter
  Digital multimeter circuit diagram modifikasi digital multimeter circuit diagram biasanya banyak Sekali kita temukan diacara balap motor yang banyak diselenggrakan di Indonesia. diacara balap motor drag tersebut biasanya motor yang ikut dan alam kompetisi adalah motor-motor yg memang sudah dimodifikasi sehingga motor yang biasanya masih standar akan menjadimotor yang seakan tinggal tulangan motor Itu Saja. Selain itu jugabiasanya keepatan mesin motor yang standar akanberubah menjadi sangat cepat yang telah disetel oleh bengkel yang memang menangani motor itu sebelum mengikuti kontes balap.
Blue Point Multimeter Manual adalah salah satu dari beberapa contoh foto/gambar modifikasi dari topik yang telah kita bahas sebelumnya pada Modifikasi Kawasaki Kaze R yang terdapat pada situs termodifikasi.net. Termodifikasi.net adalah salah satu situs dari ratusan situs yang menyajikan berbagai contoh gaya modif kuda besi. Memperlihatkan berbagai foto dan gambar Blue Point Multimeter hasil modif motor dengan berbagai varian yang berbeda, sesuai aliran terbaru saat ini tahun 2015. Sobat bikers dapat dengan jelas melihat-lihat modifikasi Blue Point Multimeter Manual yang lain. koleksi gambar, foto, desain baru dan konsep gaya modifikasi motor baru yang inspiratif kami harap dapat membantu sobat bikers dalam memodif motor.
Selain gambar Blue Point Multimeter Manual, kamu juga dapat melihat koleksi gambar kami lainnya yang berhubungan dengan Blue Point Multimeter Manual. Kamu dapat dengan mudah meng klik pada gambar atau foto selain Blue Point Multimeter yang tersedia di bawah ini, atau kamu juga dapat dengan gampang kembali ke artikel bahasan sebelumnya Modifikasi Kawasaki Kaze R untuk mencari ide atau inspirasi baru lainnya. Kami harap gambar/ foto yang kami sediakan berikut bermanfaat dan dapat membantu kamu mendapatkan inspirasi baru terkait Blue Point Multimeter Manual untuk modifikasi motor kamu.

2.3  Galvanometer
2.3.1 Pengertian Galvanometer
Galvanometer adalah alat yang digunakan untuk menentukan keberadaan, arah, dan  kekuatan dari sebuah arus listrik dalam sebuah konduktor. Berbeda dengan Amperemeter, Galvanometer di gunakan hanya untuk mengukur kuat arus dan bedapotensial listrik yang relatif kecil.Amperemeter sendiri adalah galvanometer yang di beri hambatan shunt sehingga kemampuannya untuk mengukur kuat arus menjadi meningkat(Anonim.2012).
2.3.2 Sejarah Galvanometer
galvanometer dapat ditelusuri kembali ke tahun 1820, ketika fisikawan Denmark – Hans Christian Oersted mencatat bahwa jarum magnetik akan dibelokkan seperti itu ketika mengalami kontak dengan arus listrik. Pengamatan oleh Oersted kemudian menjadi prinsip dasar dari kerja sebuah galvanometer. Pada tahun yang sama, fisikawan Jerman – Johann Schweigger bekerja dengan prinsip ini, dan dengan kemunculan galvanometer pertama. Hak untuk penemuan galvanometer bergerak-kumparan pertama, yang banyak digunakan saat ini, jatuh pada fisikawan Prancis – Jacques Arsene D’Arsonval.Beberapa tahun kemudian, Edward Weston cukup membuat beberapa perubahan untuk desain ini, dan melakukan improvisasi.
Sejarah singkat penemuan galvanometer diatas dapat pula kita temukan di beberapa jejaring sosial contoh nya google.Untuk sejarah lengkapnya dapat disimak dibawah ini.Semua galvanometers didasarkan atas penemuan oleh Hans C.Oersted bahwa jarum magnetis adalah yang dibelokkan oleh keberadaan sebuah arus listrik di dekat konduktor. Ketika sebuah arus listrik yang lewat melalui konduktor, maka jarum magnetis cenderung berbelok ke kanan di sudut ke konduktor sehingga dengan arah yang paralel dengan baris induksi sekitar konduktor dan utara tiang poin dalam arah yang inibaris induksi mengalir. Secara umum, sejauh mana jarum yang ternyata adalah bergantung pada kekuatan yang sekarang. Dalam galvanometers pertama, yang berputar bebas jarum magnetis adalah hung dalam lilitan dari kawat, dalam versi yang lebih baru telah magnet tetapdan dibuat berliku-liku yg dpt bergerak. Galvanometers modern ini adalah yg dpt bergerak berlingkar-jenis dan dipanggil d'Arsonval galvanometers (setelah Arsène d'Arsonval, Prancis fisika). Jika pointer terpasang ke gulungan bergerak sehingga lolos melalui calibrated sesuai skala, galvanometer yang dapatdigunakan untuk mengukur banyaknya yang sedang melewati itu.Calibrated galvanometers seperti yang banyak digunakan dalam mengukur perangkat listrik. DC pengukur ampere sebuah alat untuk mengukur arus searah, sering terdiri dari calibrated melalui galvanometer yang saat ini akan diukur dibuat untuk lulus. Sejak arus berat akan merusak galvanometer, yang memotong, atau tabrakan, disediakan sehingga hanya diketahui persentase tertentu yang sedang melewati melalui galvanometer. Dengan mengukur persentase diketahui pada saat ini, satu tiba di total sekarang. DC tegangan volt, yang dapat menghitung tegangan langsung, terdiri dari calibrated galvanometer terhubung dalam rangkaian (lihat sirkuit listrik ) dengan daya tahan tinggi. Untuk mengukur tegangan antara dua titik, satu tegangan volt yang menghubungkan antara keduanya. Yang sedang melalui galvanometer (dan membaca maka pointer) lalu proporsional dengan tegangan (Natanael,2015).

2.3.3 Fungsi Galvanometer
Galvanometer adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur kuat arus dan beda potensial listrik yang relatif kecil. Galvanometer tidak dapat digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik yang relatif besar, karena komponen-komponen internalnya yang tidak mendukung .Galvanometer bisa digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik yang besar, jika pada galvanometer tersebut dipasang hambatan eksternal (pada voltmeter disebut hambatan depan, sedangkan pada ampermeter disebut hambatan shunt). Galvanometer alat yang digunakan untuk menentukan keberadaan, arah, dan kekuatan dari sebuah arus listrik dalam sebuah konduktor.
2.3.4 Bagian Galvanometer
Sebuah maknet permanen berbentuk sepatu kuda dengan potongan-potongan besi lunak menempel padanya.
1. Antara potongan-potongan tersebut, terdapat sebuah silinder besi lunak yang berfungsi untuk menghasilkan medan maknet yang homogen.
2. Kumparan yang dililitkan pada sebuah kerangka logam ringan dan dipasang sedemikian rupa hingga dapat berputar bebas di celah udara.
3. Jarum penunjuk dipasang dibagian atas kumparan, bergerak sepanjang skala yang sudah dibagi-bagi dan menunjukkan defleksi sudut kumparan yang berarti juga menunjukkan arus melalui kumparan.
4. Bentuk “ Y “ adalah pengatur nol ( zero adjust ) dan dihubungkan ke ujung tetap pegas pengatur depan.
5. Sebuah pasak eksentrik ( pin ) yang menembus kotak instrumen yang memegang bagian “ Y “, sehingga posisi “ nol “ jarum dapat diatur dari luar.
6. Dua pegas konduktif dari fosfor-perunggu biasanya berkekuatan sama, yang menghasilkan gaya terkalibrasi untuk melawan torsi kumparan putar dan prestasi pegas yang konstan dibutuhkan untuk mempertahankan ketelitian instrumen.
7. Ketebalan pegas diperiksa secara teliti untuk mencegah kondisi pegas yang permanen ( eksitasinya hilang ). Arus dialirkan dari dan ke kumparan melalui pegas-pegas penghantar.
8. Keseluruhan sistem yang berputar dibuat setimbang statis oleh tiga buah beban kesetimbangan untuk semua posisi defleksi, seperti ditunjukkan pada gambar 7.
9. Jarum, pegas dan titik putar ( pivot ) dirakit ke peralatan kumparan dengan menggunakan alas titik putar dan ditopang oleh bantalan jewel ( jewel bearing ), seperti ditunjukkan pada gambar 8. Jewel berbentuk “ V “ ditunjukkan pada gambar 8 a digunakan secara umum pada bantalan-bantalan instrumen dan mempunyai gesekan paling kecil diantara semua bantalan.

2.3.6 Aplikasi galvanometer
Galvanometer berperan sebagai komponen dasar pada beberapa alat ukur, antara lain amperemeter, voltmeter, serta ohmmeter.
Galvanometer tangen
Gambar 1. Galvanometer tangen.
Peralatan ini digunakan untuk mendeteksi dan mengukur arus listrik lemah.Sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1, galvanometer berupa kumparan bergerak, terdiri atas sebuah kumparan terbuat dari kawat tembaga isolasi halus dan dapat berputar pada sumbunya yang mengelilingi sebuah inti besi lunak tetap yang berada di antara kutub-kutub suatu magnet permanen. Interaksi antara medan magnetik B permanen dengan sisi-sisi kumparan akan dihasilkan bila arus I mengalir melaluinya, sehingga akan mengakibatkan torka pada kumparan. Kumparan bergerak memiliki tongkat penunjuk atau cermin yang membelokkan berkas cahaya ketika bergerak, dimana tingkat pembelokan tersebut merupakan ukuran kekuatan arus.
 

  
BAB III
 PENUTUP

3.1. Kesimpulan
       Multimeter adalah suatu alat yang dipakai untuk menguji atau mengukur komponen disebutjuga Avometer, dapat dipakai untuk mengukur ampere, volt dan ohm meter.Multimeter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi).Osiloskop adalah alat ukur yang di gunakan untuk memetakan atau membaca sinyal listrik maupun frekuensi.Galvanometer adalah alat yang digunakan untuk menentukan keberadaan, arah, dan  kekuatan dari sebuah arus listrik dalam sebuah konduktor.
Ketiga alat listrik ini memiliki kegunaan yang berbeda-beda  alat ini dapat di modifikasi kedalam berbagai bentuk, dan alat ini mempunyai manfaat dalam kehidupan bermasyarakat.

3.2. Saran
Salah satu saran yang dapat penulis berikan yaitu agar kita dapat menggunakan Multimeter, osiloskop, dan galvanometer dengan baik, karena banyak manfaat yang akan kita dapatkan jika kita menggunakannya dengan baik.
 


DAFTAR PUSTAKA

http://riloeinstein.blogspot.co.id/2014/12/sejarah-galvanometer-galvanometer.html
 




Komentar

Postingan populer dari blog ini